Kampung Warna-Warni Malang, Wisata Alternatif di Kota Malang

0
43

saat berjalan-jalan di sekitar kota Malang saya melihat ada beberapa anak muda yang sedang mengambil foto di trotoar sebuah jembatan. Saya pun penasaran ada apakah dengan jembatan tersebut. Setelah diperhatikan, dari kejauhan terlihat sebuah pemandangan indah warna-warni di bawah jembatan tersebut, yang tak lain merupakan pemukiman warga Lokasinya berada di Jodipan, Kota Malang.

kampung warna warni malang
via merahputih.com

Saya sempat terheran-heran karena dulunya wilayah tersebut merupakan pemukiman kumuh, dan kini menjadi sebuah pemukiman yang mendatangkan banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Ide brilian ini muncul dari beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam kelompok guyspro. Pada awalnya kelompok mahasiswa ini ingin mengubah prilaku warga yang sering membuang sampah ke sungai terutama bagi yang bertempat tinggal di bantaran sungai. Selain itu, masih banyak pula warga yang tidak memiliki sanitasi yang memadai.

Dalam pengecatan kampung warna-warni ini dikerahkan sebanyak 30 tukang cat dan sejumlah komunitas pelukis mural dan seniman untuk mempercantik kawasan tersebut. Dalam prosesnya masyarakat sekitar juga membantu prosesnya dengan membantu mengecat dan menyediakan konsumsi.

Awalnya pengecatan tersebut bertujuan agar rumah-rumah tersebut tidak tampak kusam dari kejauhan dan agar masyarakat juga lebih memperhatikan tentang sanitasi yang sangat kurang. Namun seiring perkembangan waktu, banyak masyarakat luar yang melihat keindahan dan keunikan kampung tersebut, sehingga kini perlahan-lahan kampung warna warni malang tersebut menjadi destinasi wisata.

Pada awal mulanya masyarakat sekitar tidak mengenakan tarif untuk masuk kampung tersebut, namun kini seiring bertambah banyaknya  wisatawan yang berkunjung kesana, maka warga sekitarpun kini mengenakan tarif masuk sebesar 2000 rupiah yang digunakan untuk biaya perawatan lingkungan. Harga yang cukup murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.

Tujuan utama wisatawan datang kemari adalah untuk berfoto karena di kampung warna-warni ini banyak objek-objek foto yang unik dan menarik yang pas untuk berselfie ria. Objek-objek tersebut tak lain merupakan karya dari seniman dan komunitas mural lokal. Selain itu berfoto diatas jembatan dengan background warna-warni dari kampung tersebut juga menjadi objek foto yang paling sering di gunakan untuk berfoto. Tak hanya wisatawan lokal sesekali ada beberapa wisatawan ‘bule’ yang juga sedang berfoto dan menikmati  keindahan kampung unik yang satu ini.

Inilah spot-spot foto menarik yang berada di Kampung Warna Warni Malang”

1. Jembatan Embong Brantas

 

kampung warna warni
via bbc.com

Lokasi ini berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Kota Baru Malang, tepatnya berada di selatannya. Dari arah stasiun menuju ke arah timur kemudian belok kanan sedikit. Di sana nantinya akan terlihat kampung warna warni yang berada di bawah jembatan tersebut.

2. Lorong Payung

 

Di salah satu jalur utama di jalan juanda ini ada hal yang unik dan menarik perhatian karena jajaran payung yang digantung di sekeliling lorong tersebut.

3. Beragam Lukisan / Mural 3D

 

via blog.pergi.com

Jika kita sudah sering melihat lukisan 2 dimensi, maka tak ada salahnya untuk mencoba datang ke kampung ini karena di sini ada beragam lukisan 3 dimensi yang unik.

4. Dinding Warna-Warni
via dakatour.com

Dinding yang dicat se-ramai mungkin ini adalah daya tarik utama dari kampung warna warni di kota Malang ini.

5. Tangga Warna-Warni

 

via netz.id

Di sini tidak sebatas temboknya saja yang dicat dengan karya karya unik dari para seniman. Jalan-jalan dan tangga di lokasi ini juga dicat dengan warna yang menarik dn tidak membosankan. Kondisi wilayah yang berada di bantaran sungai ini menyebabkan tekstur tanah yang tidak merata sehingga banyak sekali tangga-tangga di kampung ini.

 

Kampung yang dulunya kumuh dengan warganya yang kebanyakan kurang mampu, kini bisa meningkatkan taraf hidup warga sekitar. Selain itu yang terpenting adalah kebiasaan-kebiasan buruk warga sekitar yang suka membuang sampah di sungai, kini mulai tidak tampak lagi, bahkan beberapa warga sering mengambil dan membersihkan sampah yang hanyut di sungai brantas tersebut. Tak hanya itu, masalah sanitasi terutama toilet yang sangat minim, kini juga perlahan mulai teratasi dengan pembangunan beberapa toilet umum.

Dulunya kampung ini terancam digusur karena wilayah kampung yang berada di bantaran sungai merupakan pelanggaran peraturan. Walaupun begitu kini ‘Kampung Warna-Warni’ telah diresmikan oleh Walikota Malang sebagai destinasi wisata. Namun bukan berarti kampung tersebut dibiarkan begitu saja, rencananya pemerintah Kota Malang akan merelokasi penduduk tersebut ke tempat yang lebih layak secara perlahan agar semua warga bisa menikmati hidup yang layak.

Leave a Reply